Allah telah
memerintahkan untuk berpikir dan mengamati, serta memuji orang-orang yang mau
berpikir, sebagaimana dalam firmanya:
“Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata) ‘wahai Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci
Engkau maka peliharalah kami dari siksa neraka’.”(Ali Imran: 191).
Sesungguhnyaa pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda
(kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”(Ar-Ra’d: 3)
Dari
Abdullah bin Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu
Anhuma, dai berkata, “Rasulullah saw bersabda.
“pikirkanlah karunia-karunia Allah dan janganlah kalian
memikirkan (Dzat)
Allah.” (Diraiwayatkan Ath-Thabrani, Al-Baihaqi dan Ibnu Adi)
Abu Darda’ Radhiyallahu Anhuma, berkata, “ Berpikir
satu jam lebih baik demalaman daripada shalat semalaman suntuk.”
Wahb bin
munabbih berkata, “Tidaklah seseorang terus-menerus berpikir melainkan dia
tentu paham, dan tidaklah dia paham melainkan tentu tahu, dan tidaklah tahu
melainkan beramal”.
Bisyr Al-Hafi
berkata, “Andaikata manusia mau memikirkan keagungan Allah, tentu dia tidak
akan berani mendurhakai-Nya.’
Allah
berfirman:
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongka dirinya
dimuka bumi tampa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.” (Al-A’raf:
146)
Al-Firyani
berkata tentang firman Allah ini, “Maksudnya Allah berfirman, ‘Aku akan
menghalangi hati mereka untuk memikirkan urusan-Ku’.”
Yusuf bin
Asbath berkata, “sesungguhnya dunia itu tidak diciptakan untuk dilihat semata,
tetapi dunia dilihat untuk tujuan akhirat.”
Karena
terlalu keras dalam berfikir, sampai-sampai Sufyan kencing darah.
Abu Bakar
Al-Kattani berkata, “Gemetar karena menyadai kelalaian, memutuskan bisikan
nafsu dan menggigil karena takut akan kematian, lebih baik daripada ibadah yang
berat.
Dikutip dari
buku; Minhajul Qasidhin, Hal:477-478, Karya: Ibnu Qudamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar