Saudara ku, pandangan mata merupakan akar
utama untuk menjaga kemaluan, sebagai mana firman Allah S.w.t.
“katakanlah
kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandanganya, dan
memelihara kemaluanya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. “katakanlah kepada
wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandanganya, dan kemaluanya, dan
janganlah mereka menampakan perhiasan, kecuali yang (biasa) nampak dari
pandanganya (Q.S. An-nuur : 30-31)
Pandangan mata itu bisa menjadi haram apabila
pandanganya tersebut dijadikan sarana masuknya kemaksiatan, namun apabila
pandangan di perlukan untuk kemaslahatan maka hal ini di perbolehkan.
Allah Swt. Menjadikan mata sebagi cermin hati
bagi seseorang, apabila seorang hamba mampu menahan pandanganya maka ia akan
sanggup menagan sahwat hati berserta keinginan-keinginanya. Namun apabila
seorang hamba tersebut mengumbar pandangan maka itu sama saja dengan mengumbar
nafsu hatinya.
Sahabatku adapaun pandangan yang tidak
disengaja kita lakukan, hal seperti ini boleh, namun apabila mengulang
pandangan (pandangan yang ke-2) diharamkan, sebagai mana hadits rasulilah saw
bersabda kepada Ali
“wahai
Ali, jangan engkau perturutkan pandangan dengan pandangan seanjutnya. Bagimu
hanya pandangan pertama (yang tidak disengaja), sedangkan tatapkan kedua dan
sterusnya adalah bukan hakmu. (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Manfaat
menahan pandangan
Manfaat menahan pandangan sebagai mana yang di
tulis oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitapnya “Raudhatul Muhibbin wah Nuzhatul Musytaqin” ada 10 poin , yaitu;
1.
Memurnikan hati dari pedihnya
penyesalan
Orang yang mengumbar
pandangan akan merasakan penyesalan yang berkepanjangan, karena ia akan mencari
yang dipandangnya dan tidak akan sanggup menahan keinginanya, derita dan siksa
seperti itu akan menimpanya.
2.
Melahirkan cahaya dan kecintaan
didalam hati
Didalm hadits
“
pandangan adalah anak panah iblis yang beracu, barang siapa yang dapat menahan
pandanganya dari keelokan perempuan, maka katinya akan dianugrai kenikmatan
didalam hatinya yang akan dia rasakan sehingga hari pertemuan dengan Nya.
(H.R. Hakim dan Thabrani)
3.
Mendatangkan kekuatan firasat
Kekuatan firasat ini
merupakan buah dari cahaya yang sudah ada didalam hati berkat amal salehnya.
Apabila hati bercahaya, maka firasatnya menjadi kuat. Sebap hati menjadi cermin
yang memperlihatkan seluruh data yang ada berikut dengan kebenaranya
4.
Allah Swt. Akan membukakan pintu
ilmu
Ilmu akan mudah dipahami dan
diterima oleh hati yang bersih dan bercahaya, hati yang bersih dan bercahaya
akan terwujud apabila kesanggupan hamba yang mampu menahan pandanganya
5.
Menhuatkan keteguhan hati berserta
keberanianya
Dengan menjaga pandangan akan
tumbuh kekuatan hati yang teguh dan berani, sehingga membentuk kekuatan
pandangan disertai dengan kekuatan hujjah. Dalam suatu atsar disebutkan “orang yang sanggup menahan hawa nafsunya,
akan ditakuti setan”
6.
Mendatangkan kebahaian, kelapangan
dan ketenangan didalam hati
Sanggup menaklukan musuh (setan)
dengan cara menentang dan mengabaikan hawa nafsu, manakala ia sanggup menahan
syahwatnya karena Allah Swt, dari kesenganan(dibaca: sementara) yang akan
membawanya kepada keburukan, maka Allah akan mengantikan kepada hal yang lebih
sempurna
7.
Terberasnya hati dari belenggu
syahwat
Tawanan yang sesungguhya
adalah yang dibelenggu oleh syahwat dan hawa nafsunya. Sebuah pepatah
mengatakan “orang yang mengumbar
pandangan matanya adalah orang yang terbelenggu”
8.
Menjaga pandangan akan memutup
rapat pintu jahanam
Haramya mengumbar pandangan,
merupakan tabir penghalang dari terjadinya dosa. Mana kala penghalang itu rusak
maka iya akan terjerumus pada bahaya dosa.
9.
Menguatka dan menajamkan akal
pikiran
Mengumbar pandangan tidak
akan dilakukan kecuali oleh orang yang akalnya lemah, gegabah dan tidak
memikirkan akibatnya, sedangkan bagi orang yang akalnya sehat ia mampu
mempertimbangkanya
10.
Membebaskan hati dari syahwat yang
memabukan dan kelelahan yang melenakan
Mengumbar pandangan akan
menjadikan seseorang lupa terhadap Allah Swt. Ia tidak akan ingat lagi adanya
akhirat berserta siksanya sehingga iya menjadi lalai dan terlena.
Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat
bagi kita semua, Aminn....
Rujuk langsung buku terjemahany. “Taman Orang
Jatuh Cinta” yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar