Pages

Minggu, 02 Juni 2013

Berpikir


Allah telah memerintahkan untuk berpikir dan mengamati, serta memuji orang-orang yang mau berpikir, sebagaimana dalam firmanya:

“Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) ‘wahai Rabb kami, tidaklah Engkau  menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau maka peliharalah kami dari siksa neraka’.”(Ali Imran: 191).

Sesungguhnyaa pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”(Ar-Ra’d: 3)

Dari Abdullah bin Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhuma, dai berkata, “Rasulullah saw bersabda.
“pikirkanlah karunia-karunia Allah dan janganlah kalian memikirkan (Dzat)
Allah.” (Diraiwayatkan Ath-Thabrani, Al-Baihaqi dan Ibnu Adi)

Abu Darda’ Radhiyallahu Anhuma, berkata, “ Berpikir satu jam lebih baik demalaman daripada shalat semalaman suntuk.”

Wahb bin munabbih berkata, “Tidaklah seseorang terus-menerus berpikir melainkan dia tentu paham, dan tidaklah dia paham melainkan tentu tahu, dan tidaklah tahu melainkan beramal”.
Bisyr Al-Hafi berkata, “Andaikata manusia mau memikirkan keagungan Allah, tentu dia tidak akan berani mendurhakai-Nya.’

Allah berfirman:
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongka dirinya dimuka bumi tampa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.” (Al-A’raf: 146)

Al-Firyani berkata tentang firman Allah ini, “Maksudnya Allah berfirman, ‘Aku akan menghalangi hati mereka untuk memikirkan urusan-Ku’.”

Yusuf bin Asbath berkata, “sesungguhnya dunia itu tidak diciptakan untuk dilihat semata, tetapi dunia dilihat untuk tujuan akhirat.”

Karena terlalu keras dalam berfikir, sampai-sampai Sufyan kencing darah.
Abu Bakar Al-Kattani berkata, “Gemetar karena menyadai kelalaian, memutuskan bisikan nafsu dan menggigil karena takut akan kematian, lebih baik daripada ibadah yang berat.

Dikutip dari buku; Minhajul Qasidhin, Hal:477-478, Karya: Ibnu Qudamah
 

Kalender Hijriyah


Blogroll