Pages

Minggu, 26 Mei 2013

Doa Versus Bencana


Doa dalah salah satu upaya paling kuat dalam menolak yang dibenci dan menghasilkan yang dicari, tetapi terkadang berbeda-beda pengarunya. Adakalanya Karena lemahnya doa itu sendiri, seperti doa yang tidak disukai Allah karena mengandung permusuhan. Adakalanya karena kelemahan hati dan tidak konsentrasi penuh (totalitas) kepada Allah diwaktu berdoa. Doa bagaikan busur, jika tali busurnya kendor, maka panah tidak akan bisa melesat. Adakalanya ada penghalang dari terkabulnya doa, seperti makanan haram, banyak dosa, menurutkan hawa nafsu dan lengah (tidak yakin). Disebut dalam kitab Al-Mustadrak Imam Al-Hakim dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “berdoalah kamu kepada Allah, dan kamu benar-benar yakin akan diijabahi”
                Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai dan bermain-main. Doa bermanfaat untuk menghilangkan penyakit, tetapi lalainya hati dari Allah merusak kekuatan doa, begitu juga makanan yang haram, bisa merusak dan melemahkan kekuatan doa, sebahaimana dalam hadits shahih Muslim dan Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “wahai umat manusia, sesungguhnya Allah itu bagus dan tidak akan menerima kecuali yang bagus; sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman seperti yang diperintahkan kepada para rasul. Kemudian beliau membaca ayat:
Artinya:
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya aku maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Mukminun/23:51)
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantar rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepada mu dan bersukurlah kepada Allah, jika benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. (QS. Al-Baqarah/2:17)
                Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang mengadakan perjalanan panjang yang acak-acakan rambutny, mengadahkan kedua tanganya kelangit: “Ya Tuhan, ya Tuhan… makananya haram, minumanya haram, pakaianya haram, hidanganya haram, bagaimanadikabulkan untuk itu.
                Abdullah bin Imam Ahmad menyebutkan dalm kitab Zuhud karya ayahnya: Bani Israil terkena bencana, mereka keluar mencari perlindungan, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-nabi-Nya agar member tahu mereka: “Sebenarnya kalian keluar dari tempat yang tinggi dengan badan yang najis, kalian berteriak kepada-Ku sambil mengangkat telapak tangan, tetapi kaliah telah mengunakanya untuk mengalirkan darah, kalian penuhi rumah-rumah dengan makanan haram. Sekarang ketika murka-Ku telah memuncak, kalian bukanya semangkin mendekat kepada-Ku tetapi justru semangkin menjauh. “Abu Dzar berkata: “Cukuplah doa dengan kebaikan, seperti cukupnya makanan seperti sayur dan garam. “(Dimaksudnya adalah berdoa cukup sedikit saja deng  an syarat yang berdoa menjaga diri, bertakwa, membersihkan diri, berbuat baik. Jiwanya akan sampai kepada Tuhanya dengan amal yang bagus dan ikhlas. Jika demikian, Allah akan mengabulkan doanya)
Dusalin dari: “Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati (hal:22-23)”. Karya: Ibnu Qayyim AlJauziyah

Tidak ada komentar:

 

Kalender Hijriyah


Blogroll