Pages

Senin, 27 Mei 2013

Adab Makan

Adab-adab makan ada yang berkenaan dengan saat sebelum makan, ketika makan, dan sesudah makan.
1.      Adab sebelum makan: Membasuh kedua tangan sebelum makan, sebagaimana yang disebutkan didalam hadits, sebab tangan itu tidak lepas dari kotoran. Hendaknya makanan diletakan diatas alat yang digelar di permukaan tanah (lantai), karena hal ini lebih dekat dengan perbuatan Rasullulah Saw dari pada meletakanya diatas meja makan dan lebih menunjukan sifat tawadhu’. Orang-orang yang makan juga duduk diatas alas itu sambil duduk seperti posisi duduk tahyat. Asebelum makan harus diniatkan untuk menambah ketaatan kepada Allah, dan tidak sekedar untuk menikmati makanan yang ada. Diantara niat ini adalah mengambil porsi makanan sekadarnya sehingga tidak terlalu kenyang. Rasullulah Saw bersaba:

“tidakah anak adam mengisi bejana yang lebih buruk selain dari perut. Cukuplah anak adam beberapa suapan sekedar yang bisa menegakan tulang sulbinya. Jika tidak mungkin, maka sepertiga untuk makananya, sepertiga untuk minumanya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Baghawi).

Perwujudan lain dari niat ini ialah tidak mengulur untuk makanan kecuali setelah merasa lapar dan menghentikan tanganya sebelum dia kenyang. Apabila hal ini dilakukan, jauh kemingkinanya daia membutuhkan dokter. Dia juga ridho terhadap rezeki yang ada dan tidak mencela makanan yang hanya ada sedikit.

2.      Adab saat makan: memulai dengan bacaan Basmalah pada permulaan makan dan Hamdalah pada akhir makan, makan dengan mengunakan tangan kana, memperkecil suapan, mengunyah dengan sungguh-sungguh hingga lembut, tidak mengulurkan tangan kesuapan berikutnya hingga habis suapan sebelumya, tidak mencela apa yang dimakan, mengambil makanan yang dekat denganya, kecuali makanan itu bermacam-macam jenisnya, seperti mengambil buah-buahan yang letaknya jauh, makan dengan mengunakan tiga jari dan apabila ada yang jatuh, hendaknya dia memungutnya. 

Adab lainya jangan menutup makanan yang panas, jangan meletakan korma damn makanan dari biji-bijian di satu piring atau meletakanya ditelapak tanganya dan tidak minum saat makan. Adapun adab minum, mengambil gelas minuman dengan tangan kanan, melihatnya terlebih dahulu sebelum meminumnya, menelan minuman sedikit-sedikit dan tidak sekali telan, tidak boleh kanan dan minum sambil berdiri, tidak boleh bernafas sambil minum hingga tiga kali. Memang Nabi Saw pernah bernafas didalam bejananya minumanya hingga tiga kali, sebagai mana yang disebut dalam Ash-Shahihain. Tetapi maksud bernafasnya ini ialah agar bejananya dijauhkan dari beliau, bukan karena memaksudknya untuk bernafas di dalam bejana itu.

3.      Adab sesudah makan. Menjilat jari-jarinya, mengesut piring dan mengucapkan Hamdalah. Di dalam hadits disebutkan, Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhya Allah benar-benar ridha terhadap seoramg hamba karena dia menyantap makanan lalu memuji-Nya atas makanan itu dan mereguk minuman lalu dia memujinya atas minuman itu” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

Dari kitab karangan Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin (Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk) Hal 81-82

1 komentar:

Erwan Setiawan mengatakan...

makasih gan ude di ingetin.
Biasanya pada lupa nie ama yang beginian

 

Kalender Hijriyah


Blogroll