Pages

Sabtu, 25 Mei 2013

Adab Memakai Sendal



Memakai Sandal Mulai dari Sebelah Kanan dan Melepasnya dari Sebelah Kiri
                Dari Abu Hurairah radiallahanhu, dia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
apabila diantara kalian hendak memakai sandal, mulailah dari yang kanan; sedangkan jika hendak melepaskanya, mulailah dari yang kiri. Hendaklah sandal yang kanan menjadi yang pertama kali dipakai dan terakhir kali dilepaskan” [H.R. Al-Bukhari (no. 5856), Muslim (no. 2097), Abu Dawud (no. 4139)dan at-Tirmidzi (no. 1779)]
                Dari hadits tersebut tertulis jelas akan perintah Nabi saw, dimana mendahulukan yang kanan dari sebagian yang lainya (kiri).  Sebagai mana dalam hadits Nabi saw yang lain, yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 168) dan Muslim (no. 268), dari Aisyah
                Rasulullah saw sangat menyukai memulai dari yang kana, baik dari memakai sandal, mentisir rambut, bersuci dan dalam segala hal
Adapun Faedah:
                Imam an-Nawawi menyebutkan dalam Syirah Muslim nya: “inilah kaidah yang abadi dalam syari’at, yaitu segala sesuatu yang masuk dalam bab penghormatan dan pemuliyaan, seperti memakai baju, celana, sebatu bot, masuk mesjid, bersiwak, memakai celak, memotong kuku, mencukur kumis, menyisir rambut, mencukur bulu ketiak, mencukur rambut, mengucapkan salam ketika mengakhiri shalat, membasuh anggota wudhu’, keluar dari kamar mandi/wc, makan dan minum, berjabat tangan, memengang hajar Aswad, dan berbuatan yang semisalnya; dalam semua kondisi itu disunnahkan untuk memulai dari sebelah kanan. Sedangkan kebalikany, seperti memasuki kamar mandi/wc, keluar dari mesjid, membuang ingus dan istinja’, melepaskan pakaian, celana dan sepatu bot, serta yang lainya, di sunnahkan menawali dari yang kiri. Hal ini dikarenakan kemuliaan dan keutamaan berada disebelah kanan. Wallaahu a’lam” hingga disini keterangan an-Nawawi, yakni sebuah keterangan yang jelas, lengkap dan bermanfaat Wallaahul muwaffiq
                Saudarku marilah kita bersama-sama membiasakan diri kita untuk menaati berintah agama mulai dari hal-hal yang sebagian orang manganggapnya sepele dan remeh tersebut. Dan ajaklah adik-adik kita saudara-saudara kita, teman-teman kita semuanya, ajaklah mereka mengamalkan sunnah-sunnah Nabi saw dengan cara yang baik dan santun pastinya.
                Saudaraku juka bisa rujuk langsung pada kitab: “Menghidupkan Sunnah-Sunnah yang Mati” karya Hanifa binti Abdullah ar-Rasyid.

Tidak ada komentar:

 

Kalender Hijriyah


Blogroll